Berdasarkan pengalaman mengaudit 500+ perusahaan, kegagalan mendapatkan nilai memuaskan dalam sertifikasi SMK3 umumnya disebabkan oleh kesenjangan implementasi (implementation gap), bukan masalah dokumentasi. Beberapa faktor kritis:
- Implementasi sebagian - 82% perusahaan memiliki dokumen lengkap tetapi implementasi di lapangan tidak konsisten
- Kesenjangan komunikasi - 76% karyawan tidak sepenuhnya memahami prosedur K3 meski sudah terdokumentasi
- Bukti rekaman tidak memadai - 65% perusahaan tidak memiliki bukti pelaksanaan program yang cukup
- Evaluasi program tidak efektif - 58% tidak melakukan tinjauan efektivitas program secara berkala
- Komitmen inkonsisten - 53% menunjukkan inkonsistensi dukungan manajemen setelah initial implementation
Untuk meningkatkan penilaian, lakukan pre-audit assessment 3-6 bulan sebelum audit resmi, fokus pada penguatan implementasi di level operasional, dan pastikan employee engagement dalam program K3 tidak hanya sekedar kepatuhan dokumentasi.